selingan kata

InsyaAlah dengan seiring waktu berlalu saya akan mencoba berusaha untuk memuat Artickel-Artickel serta perbahasan tentang agama ISLAM, sebelumnya saya mohon maaf atas segala kekurangan,, terimakasih kunjungannya,, semoga dapat bermanfaat,. ^_^

Ebook/Artickel gratis

Assalamualaikum teman-teman dan saudara-saudara sekalian,,

 baiklah pada kesempatan kali ini, mungkin pada beberapa halaman web telah banyak tersebar berbagai macam ebook atau artickel tentang agama ISLAM, dan pada kesempatan ini saya mencoba kemabali menggabungkan Ebook ini menjadi sebuah kumpulan dari berbagai Link dan semoga ini bermanfaat untuk saudara muslim sekalian


silahkan klik judul di bawah ini

2. Kisah penuh hikmah       
3. 22 tokoh ototidak sejati                                
4. Dunia yang fana                               

mungkin ini belum lengkap dan secepat mungkin kami akan berusaha untuk melengkapkannya

Assalamualaikum.,., ^^^___^^^

Posted by
ilham

More

Arti kematian

Ilustrasi
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Kehidupan terus berjalan tanpa kita sadari. Hari berganti hari, minggu berganti bulan, dan bulan berganti tahun. Apakah kita tidak sadar bahwa hari-hari yang kita lewati justru semakin mendekatkan kita pada kematian? Seperti yang tercantum dalam nash Al-Qur’an, “tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kemudian hanyalah kepada Kami kamu dikembalikan.” (QS. Al-Ankabuut: 57).

Tak pelak, setiap yang bernyawa pasti mati, tanpa terkecuali. Mereka yang saat ini hidup dan mereka yang akan hidup juga akan menghadapi kematian. Walaupun demikian, banyak orang melihat kematian hanya sebagai peristiwa yang biasa-biasa saja.

Coba kita renungkan seorang bayi yang baru membuka matanya di dunia ini dengan seorang yang sedang menghadapi sakaratul maut. Keduanya sama sekali tidak berkuasa terhadap kelahiran dan kematian mereka. Hanya Allah azza wajalla-lah yang memiliki kuasa untuk memberikan nafas kehidupan pada mereka atau mencabutnya.

Kehidupan sering dipandang sebagai proses biasa. Pembicaraan tentang kematian sering dicela oleh mereka yang merasa tidak nyaman mendengarnya. Mereka menganggap kematian hanya akan terjadi ketika seseorang telah lanjut usia. Mereka tidak ingin memikirkan kematian karena tidak menyenangkan. Sekalipun begitu, tidak ada yang menjamin bahwa seseorang akan hidup satu jam lagi. Kematian bisa datang setiap saat. Tiap hari orang-orang menyaksikan kematian orang lain, tetapi mereka tidak memikirkan tentang hari ketika orang lain menyaksikan kematian dirinya. Mereka tidak mengira bahwa kematian itu sedang menunggunya!

Ketika kematian dialami oleh seorang manusia, semua “kenyataan” dalam hidup tiba-tiba lenyap. Tidak ada lagi hari-hari indah. Saat hidup orang bisa bergerak leluasa mengedipkan mata, menggerakkan badan ‘putar’ kiri dan kanan, berbicara, tertawa bahkan dengan suara yang sangat memekikkan sekalipun, dan sebagainya. Saat mati, ia hanya akan menjadi seonggok daging yang terbujur kaku. Dengan dibungkus kain kafan beraroma khas wewangian, jenazahnya akan dibawah ke kuburan untuk dimasukkan ke liang lahat. Sesaat kemudian, tanah akan menutupi seluruh tubuhnya. Sunyi-senyap, gelap dan pekat yang merambat. Diri yang semula puja kini bangkai terbujur tak berguna. Bahkan anak-istri pun tak sudih lagi bersama.

Jenazah yang ditimbun tanah akan mengalami pembusukan. Bakteri dan serangga akan berkembang biak pada mayat tersebut. Gas yang dilepaskan oleh jasad renik ini mengakibatkan tubuh jenazah menggembung mulai dari daerah perut, yang mengubah bentuk dan rupanya. Buih-buih darah akan meletup dari mulut hingga hidung dikarenakan tekanan gas yang terjadi disekitar diafragma. Selagi proses ini berlangsung, rambut, kuku, telapak kaki, dan tangan akan terlepas.

Seiring dengan terjadinya perubahan di luar tubuh, organ tubuh bagian dalam seperti paru-paru, jantung dan hati juga membusuk. Sementara itu, pemandangan yang paling mengerikan terjadi disekitar perut. Ketika kulit tidak dapat lagi menahan tekanan gas dan tiba-tiba pecah, bau menjijikkan yang tak tertahankan akan keluar. Mulai dari tenggorokan sampai otot-otot akan terlepas dari tempatnya. Kulit dan jaringan lembut lainnya akan tercerai-berai. Otak juga akan membusuk dan tampak seperti tanah liat. Semua proses ini berlangsung sehingga seluruh tubuh menjadi kerangka.

Singkatnya, tubuh yang tadinya dapat dikenali akan mengalami akhir yang menjijikkan. Sementara jiwanya melayang sesaat setelah nafasnya berakhir. Seandainya Allah berkehendak, sebenarnya tubuh itu dapat saja tetap utuh, tapi tidak demikian yang terjadi. Ini semua menyimpan pesan agar manusia selalu merenungkan kematiannya untuk memberi makna bagi kehidupannya.

Dengan peristiwa kematian ini seharusnya manusia tersadarkan bahwa dirinya bukanlah sekedar tubuh semata, melainkan jiwa yang dibungkus raga. Dengan kata lain, manusia sesungguhnya memiliki wujud lain selain tubuhnya, yaitu jiwanya. Kekuatan atau keindahan tubuh hendaknya tidak menjadi kebanggan utama seseorang manusia, tetapi keimanan, budi luhur, dan wawasan yang merupakan cermin jiwanya justru harus menjadi unsur yang dikedepankan. Kekuatan atau keindahan tubuh yang sering di banggakan ternyata hanya akan berakhir dengan pembusukan, namun akhlak mulia dan amal saleh akan senantiasa menjadi kenangan yang tak akan pernah pudar.

Sangat mungkin, setelah membaca artikel ini, Anda berharap untuk tidak meninggal dalam waktu. Anda mungkin akan mencoba menghibur diri untuk melupakan kematian. Anda mungkin berdo’a dalam hati, “Ya Allah, berilah daku kesempatan hidup lebih lama, karena daku masih muda, karena daku belum sarjana, karena daku belum menikah, karena daku belum..........”

Namun, kematian adalah hak prerogatif Allah. Tidak seorang pun bisa menghindarinya jika ajal telah tiba saatnya. Allah azza wajalla berfirman, “Katakanlah: Lari itu sekali-kali tidaklah berguna bagimu, jika kamu melarikan diri dari kematian atau pembunuhan, dan jika (kamu terhindar dari kematian) kamu tidak juga akan mengecap kesenangan kecuali sebentar saja.” (QS. Al-Ahzab: 16).


Jenazah dikubur hanya dengan kain kafan. Tubuh datang ke dunia seorang diri dan pergi pun dengan cara yang sama. Modal yang dibawa pada akhirnya hanya amal perbuatannya, bukan ketampanan dan kecantikan wajahnya ketika di dunia.

Posted by
ilham

More

RIWAYAT HIDUP NABI MUHAMMAD SAW

Assalamualaikum wr. wb
Alhamdulillah, berkat rahmat Allah Swt kita masih dapat merasakan betapa indah nya menghiurup udara ini yang merupakan salah-satu kenikmatan yang di berikan Allah Swt kepada kita. Dan Alhamdulillah juga berkat rahmat Allah Swt. Dan berbagai elemen yang membantu sehingga Penulis juga dapat menyelesaikan paper ini tentang RIWAYAT PERJALANAN KEHIDUPAN NABI MUHAMMAD SAW.


 RIWAYAT HIDUP NABI MUHAMMAD SAW

        Nabi Muhammad Saw. lahir pada tanggal 12 rabiul awal bertepatan dengan terjadinya perang tentara bergajah untuk menghancurkan ka’bah yang di pimpin oleh Abraham.  Ibu  nabi Muhammad Saw bernama Aminah dan ayah nya bernama Abdullah. Nabi Muhammad di lahirkan sebagai seorang yatim.
           Banyak kejadian-kejadian luar biasa terjadi pada saat nabi Muhammad lahir.  Seperti peristiwa padamnya api abadi di kerjaan rusia, dan penyerangan ka’abah oleh tentara begajah hancur oleh datangnya burung-burung yang di kirim oleh oemiik ka’abah, oelh karena pada tahun itu di sebut tahun gajah.
                Ayahanda nabi Muhammad Saw wafat pada nabi Muhammad masih dalam kandungan, kemudian setelah beberapa tahun nabi Muhammad lahir, menyusul ibunda nabi Muhammad Siti Aminah wafat . nabi Muhammad dibawa pulang oleh Ummu Aiman dan diasuh oleh kakeknya Abuthalib. Belum genap usia nabi Muhammad berusia delapan tahun kakek nabi Muhammad pun wafat. Setelah kakek nabi Muhammad wafat kemudian beliau dirawat oleh pamannya Abdul Muthalib dahn istrinya. Bersama putra Abdul Muthalib nabi Muhammad mulai mengembala beberapa waktu. Pada saat mengembala, malaikat Jibril menghampiri beliau sehingga beliau terkejut melihat makhluk yang sebelumnya tak pernah beliau lihat, dan pada saat itu malaikat Jibril di perintahkan oleh Allah Swt untuk membelah dada beliau dan dibuang segala sifat yang tidak baik dalam diri beliau.
        Nabi Muhammad dikenal dengan kebaikan akhidahnya oleh masyarakat sebagai seorang yang jujur (Al-Amin), sehingga ia menjadi salah satu kalifah dagang Khadijah. Dalam perjalanan pulang dari berdagang beliau melewati negeri Ad dan Tsamud. Kehinangan kematian yang menimpa kaum pembangkang itu mengundang perhatian beliau.
Suatu saat nabi Muhammad duduk di bawah pohon untuk beristirahat, Maisarah kebetulan sedang berada didekatnya. Seorang pendeta yang melihatnya mendekati Maisarah, ia datang seraya menanyakan namanya, kemudian ia berkata bahwasanya orang yang duduk di bawah pohon itu adalah seorang nabi yang telah ia baca tentangnya banyak kabar gembira di dalam Taurat dan Injil.
Pada saat nabi Muhammad dewasa, beliau kemudian melamar khadijah dan menikah pada usia 25 tahun sedangkan kadijah berusia 40 tahun. Nabi Muhammad Saw sangat menyayangi istrinya begitupun khadijah yang begitu memuliakan sang suami, dari perkawinan dengan Khadijah, Khadijah melahirkan 6 orang anak, 2 putra, Qasim dan Abdullah, 4 orang putrinya masing-masing Ruqayyah, Zainab, Ummu Kaltsum, dan Fatimah. Kedua anak laki-laki Rasulullah meninggal sebelum beliau diutus menjadi Rasul.
          Ketika usia Rasulullah menginjak 35 tahun, banjir dahsyat mengalir dari gunung ke Ka’abah. , tak satu pun rumah di Makah selamat dari kerusakan. Dinding Ka’abah mengalami kerusakan. Orang Quraisy memutuskan untuk membangun Ka’abah tapi takut membongkarnya. Walid bin Mughirah, orang pertama yang mengambil linggis, meruntuhkan dua pilar tempat suci tersebut. Ia merasa takut dan gugup. Orang Mekah menanti jatuhnya sesuatu, tapi ketika ternyata Walid tidak menjadi sasaran kemarahan berhala, mereka pun yakin bahwa tindakannya telah mendapatkan persetujuan Dewa. Mereka semua lalu ikut bergabung meruntuhkan bangunan itu. Pada saat pembangunan kembali ka’abah, diberitahukan pada semua pihak sebagai berikut, Dalam pembangunan kembali Ka’abah, yang dinafkahkan hanyalah kekayaan yang diperoleh secara halal. Uang yang diperoleh lewat cara-cara haram atau melalui suap dan pemerasan, tak boleh dibelanjakan untuk tujuan ini. Terlihat bahwa ini adalah ajaran para Nabi, dan mereka mengetahui tentang kekayaan yang diperoleh secara tidak halal, tetapi kenapa mereka masih melakukan hal demikian. Nabi Muhammad Saw bersatu dengan orang-orang Quraisy dalam perbaikan Ka’bah. Ia pula yang memberi keputusan di antara mereka tentang peletakan Hajar al-Aswad di tempatnya. Saat itu ia sangat masyhur di antara kaumnya dengan sifat-sifatnya yang terpuji. Kaumnya sangat mencintainya, hingga akhirnya ia memperoleh gelar Al-Amin yang artinya “orang yang dapat dipercaya”.
       Diriwayatkan pula bahwa nabi Muhammad Saw percaya sepenuhnya dengan ke-Esaan Tuhan. Ia hidup dengan cara amat sederhana dan membenci sifat-sifat angkuh dan sombong. Ia menyayangi orang-orang miskin, para janda dan anak-anak yatim serta berbagi penderitaan dengan berusaha menolong mereka. Ia juga menghindari semua kejahatan yang biasa di kalangan bangsa Arab pada masa itu seperti berjudi, meminum minuman keras, berkelakuan kasar dan lain-lain, sehingga ia dikenal sebagai As-Saadiq yang memiliki arti “yang benar”.
          Pada saat usia Rasulullah usianya 40 tahun, ia sering menyendiri ke Gua Hira’ sebuah gua bukit sekitar 6 km sebelah timur kota Mekkah, yang kemudian dikenali sebagai Jabal An Nur. Ia bisa berhari-hari bertafakur dan beribadah disana dan sikapnya itu dianggap sangat bertentangan dengan kebudayaan Arab pada zaman tersebut dan di sinilah ia sering berpikir dengan mendalam, memohon kepada Allah supaya memusnahkan kekafiran dan kebodohan.
         Pada suatu malam sekitar tanggal 17 Ramadhan/ 6 Agustus 611, ketika nabi Muhammad Saw sedang bertafakur di Gua Hira’, Malaikat Jibril mendatanginya. Jibril membangkitkannya dan menyampaikan wahyu Allah di telinganya. Ia diminta membaca. Ia menjawab, “Saya tidak bisa membaca”. Jibril mengulangi tiga kali meminta agar Muhammad membaca, tetapi jawabannya tetap sama. Akhirnya, Jibril berkata:
          Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu yang menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dengan nama Tuhanmu yang Maha Pemurah, yang mengajar manusia dengan perantaraan (menulis, membaca). Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.(Al-Alaq 96: 1-5) Ini merupakan wahyu pertama yang diterima oleh nabi Muhammad Saw. Ketika itu ia berusia 40 tahun 6 bulan 8 hari menurut perhitungan tahun kamariah (penanggalan berdasarkan bulan), atau 39 tahun 3 bulan 8 hari menurut perhitungan tahun syamsiah (penanggalan berdasarkan matahari). Setelah pengalaman luar biasa di Gua Hira tersebut, dengan rasa ketakutan dan cemas Rasulullah pulang ke rumah dan berseru pada Khadijah untuk menyelimutinya, karena ia merasakan suhu tubuhnya panas dan dingin secara bergantian. Setelah hal itu lewat, ia menceritakan pengalamannya kepada sang istri. Untuk lebih menenangkan hati suaminya, Khadijah mengajak Rasulullah mendatangi saudara sepupunya, yaitu Waraqah bin Naufal, yang banyak mengetahui nubuat tentang nabi terakhir dari kitab-kitab suci Kristen dan Yahudi. Mendengar cerita yang dialami nabi Muhammad Saw, Waraqah pun berkata, bahwa ia telah dipilih oleh Tuhan menjadi seorang nabi. Kemudian Waraqah menyebutkan bahwa An-Nâmûs al-Akbar (Malaikat Jibril) telah datang kepadanya, kaumnya akan mengatakan bahwa ia seorang penipu, mereka akan memusuhi dan melawannya. Wahyu turun kepadanya secara berangsur-angsur dalam jangka waktu 23 tahun. Wahyu tersebut telah diturunkan menurut urutan yang diberikan nabi Muhammad Saw, dan dikumpulkan dalam kitab bernama Al Mushaf yang juga dinamakan Al- Qur’an (bacaan).
        Selama tiga tahun pertama, Rasulullah hanya menyebarkan agama terbatas kepada teman-teman dekat dan kerabatnya. Kebanyakan dari mereka yang percaya dan meyakini ajaran Muhammad adalah para anggota keluarganya serta golongan masyarakat awam, antara lain Khadijah, Ali, Zaid bin Haritsah dan Bilal. Namun pada awal tahun 613, Muhammad mengumumkan secara terbuka agama Islam. Banyak tokoh-tokoh bangsa Arab seperti Abu Bakar, Utsman bin Affan, Zubair bin Al Awwam, Abdul Rahman bin Auf, Ubaidah bin Harits, Amr bin Nufail masuk Islam dan bergabung membela nabi Muhammad Saw.
      Tahun kesepuluh sesudah Kenabian. Pada tahun yang sama, paman Rosul (Abu Tholib) meninggal dunia, yang sekaligus sebagai pelindung dakwa nabi Muhammad Saw. Sungguh Nabi mengalami kesedihan yang amat berat. Beliau kehilangan Khodijah, dan juga pamannya yang menjadi pelindung, dan pembelanya. Itu sebabnya, maka tahun ini dinamakan Am Al-Huzn (Tahun Duka cita). Bukan hanya Rasulullah yang terpukul hatinya, Fatimah, yang belum kenyang mengenyam kasih sayang seorang ibu dan kelembutan belaiannya, ikut pula menanggungnya. Kedukaan menyelimuti dan menindihnya di tahun penuh kesedihan itu.Fatimah kehilangan ibundanya, berpisah dari orang yang menjadi sumber cintanya dan kasih sayangnya. Acap kali dia bertanya kepada ayahandanya, ‘’Ayah, kemana Ibu?’’ Kalau sudah begini, tangisnya pecah, air matanya meleleh, dan kesedihan menerpa hatinya. Rosul merasakan betapa berat kesedihan yang ditanggung putrinya. Setelah wafatnya Abu Tholib kaum Kafir Quraisy semakin berani menganggu nabi Muhammad Saw, akhirnya Rasulullah berhijrah ke Yastrib, peristiwa hijrahnya Rasulullah ke Yastrib, merupakan momen awal dari lahirnya negara Islam. Penduduk Yastrib bersedia memikul tanggung jawab bagi keselamatan Nabi Muhammad Saw. Di bulan Robi’ul Awwal tahun ini, saat hijrahnya Rasulullah terjadi, tak ada seorang muslim pun yang tertinggal di Mekah kecuali Rasulullah Ali dan Abu Bakar, dan segelintir orang yang ditahan Quraisy atau karena sakit, dan lanjut usia.
       Kaum Quraisy yang berada di Mekah akhirnya membuat kesepakatan untuk membunuh Muhammad di malam hari, dan masing-masing suku mempunyai wakil. kemudian Jibril datang memberitahu Rasulullah tentang rencana kejam kaum kafir itu. Ali bersedia berbaring melewati cobaan yang mengerikan demi keselamatan Islam menggantikan Rasulullah, sejak sore. Ia bukan orang tua yang lanjut usia, tapi seorang anak muda yang begitu berani mengorbankan nyawanya untuk sang Rasulullah, ia, yang bersama Khodijah adalah orang yang pertama-tama beriman kepada Rasulullah, dialah orang yang rela berkorban untuk Rasulullah, Ali, sekali lagi Ali. Kepadanya Rasulullah berkata,’’Tidurlah di ranjang saya malam ini dan tutupi tubuh Anda dengan selimut hijau yang biasa saya gunakan, karena musuh telah bersekongkol membunuh saya, Saya harus berhijrah ke Yastrib”. Ali menempati ranjang Rasulullah sejak sore. Ketika tiga perempat malam lewat, empat puluh orang mengepung rumah Rasulullah dan mengintipnya melalui celah. Mereka melihat keadaan rumah seperti biasanya, dan menyangka bahwa orang yang sedang tidur di kamar itu adalah Rasulullah. Dengan pedang terhunus mereka memasuki kamar Nabi, yang menimbulkan suara gaduh. Serentak Ali mengangkat kepalanya dari bantal dan menyingkirkan selimutnya lalu berkata dengan sangat tenang,Apa yang terjadi ? Mereka menjawab,Kami mencari Muhammad. Di mana dia? Ali berkata,Apakah anda menitipkannya kepada saya sehingga saya harus menyerahkannya kembali kepada Anda? Bagaimanapun, sekarang ia tak ada di rumah. Rasululah telah pergi jauh di luar pengetahuan mereka.
      Rasulullah tiba di Quba tanggal 12 Rabiu’l Awwal, dan tinggal di rumah Ummu Kultsum ibn al-Hadam. Penduduk Yastrib yang kemudian berganti menjadi nama Madinah. Mereka menyambut kedatangan nabi Muhammad Saw dengan mengucapkan berbagai macam syair untuk menyambut manusia mulia ini. Disinilah manifestasi sebuah negara Islam pertama kali didirikan. Nabi Muhammad Saw menyusun kekuatannya di Madinah bersama keluarga dan sahabat setianya yang rela meninggalkan tanah air dan hartanya untuk Tuhannya, islam yang muda ini menyusun kekuatan untuk menghadapi kekuatan kaum Quraisy yang setiap saat siap untuk menghancurkan Islam yang dibangun ini, perang demi perang mulai dari Badar, Uhud, Khandaq, yang disetiap perang tampillah Al-Washi Muhammad Saw yang selalu menjadi pemberi moral kepada pasukan untuk menghancurkan kafir Quraisy dengan Iman yang membara.
        Banyak juga peristiwa yang menggembirakan, misalnya peristiwa pernikahan al-Washi dan Fatimah, putri Rasulullah, perubahan kiblat dari Bait al-Maqdis ke Ka’abah di Makah. Selain serangan dari luar Kota Madinah, kaum Yahudi yang berada di dalam kota selalu mencoba melakukan rongrongan terhadap pemerintahan Islam yang masih muda ini, namun Sang Maha Konsep telah menentukan Drama yang berbeda, walaupun mereka mencoba memadamkan nur cahaya-Nya, namun Ia terus menerangi Nur Cahaya-Nya, walaupun orang-orang kafir itu benci.
Kini, di Shafa, laki-laki yang  telah membuat sejarah itu telah kembali, berdiri di depan kehidupannya yang sarat dengan berbagai peristiwa dan yang ditangannya tergenggam masa depan yang gemilang. Selama dua puluh tahun penggembalaannya tak pernah henti, ia tak pernah merasakan letih, kesabarannya begitu tinggi, tak pernah menyerah.
     Tahun kesebelas hijriah Rasulullah menunaikan Haji Wada’ lebih dari 10.000 orang termasuk semua istri Rasulullah berkumpul di Madinah dan sekitarnya, menyertai Rasulullah melakukan perjalanan ke Makkah, dan sekaligus inilah haji terakhir yang dilakukan oleh Rasululah Saw. Matahari tepat di tengah siang hari itu. Seakan-akan ia menumpahkan seluruh cahayannya yang memakar ke atas kepala semua orang. Nabi berdiri di depan lebih dari 100.000 orang. Laki-laki dan perempuan yang mengelilinginya.Rasulullah memulai pidatonya, Rasulullah berkata,Tahukah kalian, bulan apa ini ?
    Mereka serentak menjawab,Bulan Haram …..
    Ayyuhan Nas, camkan baik-baik perkataanku. Sebab, aku  tidak tahu, mungkin aku tidak lagi akan bertemu dengan kalian sesudah tahun ini, di tempat ini, untuk selama-lamanya... Ayyuhan Nas, sesungguhnya darah dan hartamu adalah haram bagimu hingga kalian menemui Tuhanmu sebagaimana diharamkannya hari dan bulanmu ini. Sesudah itu, kamu sekalian akan menemui Tuhanmu dan ditanya tentang amal-amalmu. Sungguh, aku telah sampaikan hal ini. Maka, barangsiapa yang masih mempunyai amanat, hendaknya segera disampaikan kepada orang yang berhak menerimanya.
      Akar-akar syirik telah dihapuskan dari Mekah, dan Mekah menjadi sebuah kota suci bagi kaum muslim, tempat berkumpulnya muslimin dari seluruh penjuru dunia, dengan menggunakan pakaian yang sama, menuju Tuhannya, tidak ada perbedaan, baik kaya, miskin, raja, rakyat, semuanya sama dihadapan Tuhan, yang membedakannya adalah takwa.








Posted by
ilham

More
Diberdayakan oleh Blogger.

Copyright © / Download Kumpulan Ebook Terbaru Gratis

Template by : Urang-kurai / powered by :blogger