Assalamualaikum wr. wb
Alhamdulillah, berkat rahmat Allah Swt kita masih dapat merasakan betapa indah nya menghiurup udara ini yang merupakan salah-satu kenikmatan yang di berikan Allah Swt kepada kita. Dan Alhamdulillah juga berkat rahmat Allah Swt. Dan berbagai elemen yang membantu sehingga Penulis juga dapat menyelesaikan paper ini tentang RIWAYAT PERJALANAN KEHIDUPAN NABI MUHAMMAD SAW.
RIWAYAT HIDUP NABI MUHAMMAD SAW
Nabi Muhammad Saw. lahir pada tanggal 12 rabiul awal bertepatan dengan terjadinya perang tentara bergajah untuk menghancurkan ka’bah yang di pimpin oleh Abraham. Ibu nabi Muhammad Saw bernama Aminah dan ayah nya bernama Abdullah. Nabi Muhammad di lahirkan sebagai seorang yatim.
Banyak kejadian-kejadian luar biasa terjadi pada saat nabi Muhammad lahir. Seperti peristiwa padamnya api abadi di kerjaan rusia, dan penyerangan ka’abah oleh tentara begajah hancur oleh datangnya burung-burung yang di kirim oleh oemiik ka’abah, oelh karena pada tahun itu di sebut tahun gajah.
Ayahanda nabi Muhammad Saw wafat pada nabi Muhammad masih dalam kandungan, kemudian setelah beberapa tahun nabi Muhammad lahir, menyusul ibunda nabi Muhammad Siti Aminah wafat . nabi Muhammad dibawa pulang oleh Ummu Aiman dan diasuh oleh kakeknya Abuthalib. Belum genap usia nabi Muhammad berusia delapan tahun kakek nabi Muhammad pun wafat. Setelah kakek nabi Muhammad wafat kemudian beliau dirawat oleh pamannya Abdul Muthalib dahn istrinya. Bersama putra Abdul Muthalib nabi Muhammad mulai mengembala beberapa waktu. Pada saat mengembala, malaikat Jibril menghampiri beliau sehingga beliau terkejut melihat makhluk yang sebelumnya tak pernah beliau lihat, dan pada saat itu malaikat Jibril di perintahkan oleh Allah Swt untuk membelah dada beliau dan dibuang segala sifat yang tidak baik dalam diri beliau.
Nabi Muhammad dikenal dengan kebaikan akhidahnya oleh masyarakat sebagai seorang yang jujur (Al-Amin), sehingga ia menjadi salah satu kalifah dagang Khadijah. Dalam perjalanan pulang dari berdagang beliau melewati negeri Ad dan Tsamud. Kehinangan kematian yang menimpa kaum pembangkang itu mengundang perhatian beliau.
Suatu saat nabi Muhammad duduk di bawah pohon untuk beristirahat, Maisarah kebetulan sedang berada didekatnya. Seorang pendeta yang melihatnya mendekati Maisarah, ia datang seraya menanyakan namanya, kemudian ia berkata bahwasanya orang yang duduk di bawah pohon itu adalah seorang nabi yang telah ia baca tentangnya banyak kabar gembira di dalam Taurat dan Injil.
Pada saat nabi Muhammad dewasa, beliau kemudian melamar khadijah dan menikah pada usia 25 tahun sedangkan kadijah berusia 40 tahun. Nabi Muhammad Saw sangat menyayangi istrinya begitupun khadijah yang begitu memuliakan sang suami, dari perkawinan dengan Khadijah, Khadijah melahirkan 6 orang anak, 2 putra, Qasim dan Abdullah, 4 orang putrinya masing-masing Ruqayyah, Zainab, Ummu Kaltsum, dan Fatimah. Kedua anak laki-laki Rasulullah meninggal sebelum beliau diutus menjadi Rasul.
Ketika usia Rasulullah menginjak 35 tahun, banjir dahsyat mengalir dari gunung ke Ka’abah. , tak satu pun rumah di Makah selamat dari kerusakan. Dinding Ka’abah mengalami kerusakan. Orang Quraisy memutuskan untuk membangun Ka’abah tapi takut membongkarnya. Walid bin Mughirah, orang pertama yang mengambil linggis, meruntuhkan dua pilar tempat suci tersebut. Ia merasa takut dan gugup. Orang Mekah menanti jatuhnya sesuatu, tapi ketika ternyata Walid tidak menjadi sasaran kemarahan berhala, mereka pun yakin bahwa tindakannya telah mendapatkan persetujuan Dewa. Mereka semua lalu ikut bergabung meruntuhkan bangunan itu. Pada saat pembangunan kembali ka’abah, diberitahukan pada semua pihak sebagai berikut, Dalam pembangunan kembali Ka’abah, yang dinafkahkan hanyalah kekayaan yang diperoleh secara halal. Uang yang diperoleh lewat cara-cara haram atau melalui suap dan pemerasan, tak boleh dibelanjakan untuk tujuan ini. Terlihat bahwa ini adalah ajaran para Nabi, dan mereka mengetahui tentang kekayaan yang diperoleh secara tidak halal, tetapi kenapa mereka masih melakukan hal demikian. Nabi Muhammad Saw bersatu dengan orang-orang Quraisy dalam perbaikan Ka’bah. Ia pula yang memberi keputusan di antara mereka tentang peletakan Hajar al-Aswad di tempatnya. Saat itu ia sangat masyhur di antara kaumnya dengan sifat-sifatnya yang terpuji. Kaumnya sangat mencintainya, hingga akhirnya ia memperoleh gelar Al-Amin yang artinya “orang yang dapat dipercaya”.
Diriwayatkan pula bahwa nabi Muhammad Saw percaya sepenuhnya dengan ke-Esaan Tuhan. Ia hidup dengan cara amat sederhana dan membenci sifat-sifat angkuh dan sombong. Ia menyayangi orang-orang miskin, para janda dan anak-anak yatim serta berbagi penderitaan dengan berusaha menolong mereka. Ia juga menghindari semua kejahatan yang biasa di kalangan bangsa Arab pada masa itu seperti berjudi, meminum minuman keras, berkelakuan kasar dan lain-lain, sehingga ia dikenal sebagai As-Saadiq yang memiliki arti “yang benar”.
Pada saat usia Rasulullah usianya 40 tahun, ia sering menyendiri ke Gua Hira’ sebuah gua bukit sekitar 6 km sebelah timur kota Mekkah, yang kemudian dikenali sebagai Jabal An Nur. Ia bisa berhari-hari bertafakur dan beribadah disana dan sikapnya itu dianggap sangat bertentangan dengan kebudayaan Arab pada zaman tersebut dan di sinilah ia sering berpikir dengan mendalam, memohon kepada Allah supaya memusnahkan kekafiran dan kebodohan.
Pada suatu malam sekitar tanggal 17 Ramadhan/ 6 Agustus 611, ketika nabi Muhammad Saw sedang bertafakur di Gua Hira’, Malaikat Jibril mendatanginya. Jibril membangkitkannya dan menyampaikan wahyu Allah di telinganya. Ia diminta membaca. Ia menjawab, “Saya tidak bisa membaca”. Jibril mengulangi tiga kali meminta agar Muhammad membaca, tetapi jawabannya tetap sama. Akhirnya, Jibril berkata:
Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu yang menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dengan nama Tuhanmu yang Maha Pemurah, yang mengajar manusia dengan perantaraan (menulis, membaca). Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.(Al-Alaq 96: 1-5) Ini merupakan wahyu pertama yang diterima oleh nabi Muhammad Saw. Ketika itu ia berusia 40 tahun 6 bulan 8 hari menurut perhitungan tahun kamariah (penanggalan berdasarkan bulan), atau 39 tahun 3 bulan 8 hari menurut perhitungan tahun syamsiah (penanggalan berdasarkan matahari). Setelah pengalaman luar biasa di Gua Hira tersebut, dengan rasa ketakutan dan cemas Rasulullah pulang ke rumah dan berseru pada Khadijah untuk menyelimutinya, karena ia merasakan suhu tubuhnya panas dan dingin secara bergantian. Setelah hal itu lewat, ia menceritakan pengalamannya kepada sang istri. Untuk lebih menenangkan hati suaminya, Khadijah mengajak Rasulullah mendatangi saudara sepupunya, yaitu Waraqah bin Naufal, yang banyak mengetahui nubuat tentang nabi terakhir dari kitab-kitab suci Kristen dan Yahudi. Mendengar cerita yang dialami nabi Muhammad Saw, Waraqah pun berkata, bahwa ia telah dipilih oleh Tuhan menjadi seorang nabi. Kemudian Waraqah menyebutkan bahwa An-Nâmûs al-Akbar (Malaikat Jibril) telah datang kepadanya, kaumnya akan mengatakan bahwa ia seorang penipu, mereka akan memusuhi dan melawannya. Wahyu turun kepadanya secara berangsur-angsur dalam jangka waktu 23 tahun. Wahyu tersebut telah diturunkan menurut urutan yang diberikan nabi Muhammad Saw, dan dikumpulkan dalam kitab bernama Al Mushaf yang juga dinamakan Al- Qur’an (bacaan).
Selama tiga tahun pertama, Rasulullah hanya menyebarkan agama terbatas kepada teman-teman dekat dan kerabatnya. Kebanyakan dari mereka yang percaya dan meyakini ajaran Muhammad adalah para anggota keluarganya serta golongan masyarakat awam, antara lain Khadijah, Ali, Zaid bin Haritsah dan Bilal. Namun pada awal tahun 613, Muhammad mengumumkan secara terbuka agama Islam. Banyak tokoh-tokoh bangsa Arab seperti Abu Bakar, Utsman bin Affan, Zubair bin Al Awwam, Abdul Rahman bin Auf, Ubaidah bin Harits, Amr bin Nufail masuk Islam dan bergabung membela nabi Muhammad Saw.
Tahun kesepuluh sesudah Kenabian. Pada tahun yang sama, paman Rosul (Abu Tholib) meninggal dunia, yang sekaligus sebagai pelindung dakwa nabi Muhammad Saw. Sungguh Nabi mengalami kesedihan yang amat berat. Beliau kehilangan Khodijah, dan juga pamannya yang menjadi pelindung, dan pembelanya. Itu sebabnya, maka tahun ini dinamakan Am Al-Huzn (Tahun Duka cita). Bukan hanya Rasulullah yang terpukul hatinya, Fatimah, yang belum kenyang mengenyam kasih sayang seorang ibu dan kelembutan belaiannya, ikut pula menanggungnya. Kedukaan menyelimuti dan menindihnya di tahun penuh kesedihan itu.Fatimah kehilangan ibundanya, berpisah dari orang yang menjadi sumber cintanya dan kasih sayangnya. Acap kali dia bertanya kepada ayahandanya, ‘’Ayah, kemana Ibu?’’ Kalau sudah begini, tangisnya pecah, air matanya meleleh, dan kesedihan menerpa hatinya. Rosul merasakan betapa berat kesedihan yang ditanggung putrinya. Setelah wafatnya Abu Tholib kaum Kafir Quraisy semakin berani menganggu nabi Muhammad Saw, akhirnya Rasulullah berhijrah ke Yastrib, peristiwa hijrahnya Rasulullah ke Yastrib, merupakan momen awal dari lahirnya negara Islam. Penduduk Yastrib bersedia memikul tanggung jawab bagi keselamatan Nabi Muhammad Saw. Di bulan Robi’ul Awwal tahun ini, saat hijrahnya Rasulullah terjadi, tak ada seorang muslim pun yang tertinggal di Mekah kecuali Rasulullah Ali dan Abu Bakar, dan segelintir orang yang ditahan Quraisy atau karena sakit, dan lanjut usia.
Kaum Quraisy yang berada di Mekah akhirnya membuat kesepakatan untuk membunuh Muhammad di malam hari, dan masing-masing suku mempunyai wakil. kemudian Jibril datang memberitahu Rasulullah tentang rencana kejam kaum kafir itu. Ali bersedia berbaring melewati cobaan yang mengerikan demi keselamatan Islam menggantikan Rasulullah, sejak sore. Ia bukan orang tua yang lanjut usia, tapi seorang anak muda yang begitu berani mengorbankan nyawanya untuk sang Rasulullah, ia, yang bersama Khodijah adalah orang yang pertama-tama beriman kepada Rasulullah, dialah orang yang rela berkorban untuk Rasulullah, Ali, sekali lagi Ali. Kepadanya Rasulullah berkata,’’Tidurlah di ranjang saya malam ini dan tutupi tubuh Anda dengan selimut hijau yang biasa saya gunakan, karena musuh telah bersekongkol membunuh saya, Saya harus berhijrah ke Yastrib”. Ali menempati ranjang Rasulullah sejak sore. Ketika tiga perempat malam lewat, empat puluh orang mengepung rumah Rasulullah dan mengintipnya melalui celah. Mereka melihat keadaan rumah seperti biasanya, dan menyangka bahwa orang yang sedang tidur di kamar itu adalah Rasulullah. Dengan pedang terhunus mereka memasuki kamar Nabi, yang menimbulkan suara gaduh. Serentak Ali mengangkat kepalanya dari bantal dan menyingkirkan selimutnya lalu berkata dengan sangat tenang,Apa yang terjadi ? Mereka menjawab,Kami mencari Muhammad. Di mana dia? Ali berkata,Apakah anda menitipkannya kepada saya sehingga saya harus menyerahkannya kembali kepada Anda? Bagaimanapun, sekarang ia tak ada di rumah. Rasululah telah pergi jauh di luar pengetahuan mereka.
Rasulullah tiba di Quba tanggal 12 Rabiu’l Awwal, dan tinggal di rumah Ummu Kultsum ibn al-Hadam. Penduduk Yastrib yang kemudian berganti menjadi nama Madinah. Mereka menyambut kedatangan nabi Muhammad Saw dengan mengucapkan berbagai macam syair untuk menyambut manusia mulia ini. Disinilah manifestasi sebuah negara Islam pertama kali didirikan. Nabi Muhammad Saw menyusun kekuatannya di Madinah bersama keluarga dan sahabat setianya yang rela meninggalkan tanah air dan hartanya untuk Tuhannya, islam yang muda ini menyusun kekuatan untuk menghadapi kekuatan kaum Quraisy yang setiap saat siap untuk menghancurkan Islam yang dibangun ini, perang demi perang mulai dari Badar, Uhud, Khandaq, yang disetiap perang tampillah Al-Washi Muhammad Saw yang selalu menjadi pemberi moral kepada pasukan untuk menghancurkan kafir Quraisy dengan Iman yang membara.
Banyak juga peristiwa yang menggembirakan, misalnya peristiwa pernikahan al-Washi dan Fatimah, putri Rasulullah, perubahan kiblat dari Bait al-Maqdis ke Ka’abah di Makah. Selain serangan dari luar Kota Madinah, kaum Yahudi yang berada di dalam kota selalu mencoba melakukan rongrongan terhadap pemerintahan Islam yang masih muda ini, namun Sang Maha Konsep telah menentukan Drama yang berbeda, walaupun mereka mencoba memadamkan nur cahaya-Nya, namun Ia terus menerangi Nur Cahaya-Nya, walaupun orang-orang kafir itu benci.
Kini, di Shafa, laki-laki yang telah membuat sejarah itu telah kembali, berdiri di depan kehidupannya yang sarat dengan berbagai peristiwa dan yang ditangannya tergenggam masa depan yang gemilang. Selama dua puluh tahun penggembalaannya tak pernah henti, ia tak pernah merasakan letih, kesabarannya begitu tinggi, tak pernah menyerah.
Tahun kesebelas hijriah Rasulullah menunaikan Haji Wada’ lebih dari 10.000 orang termasuk semua istri Rasulullah berkumpul di Madinah dan sekitarnya, menyertai Rasulullah melakukan perjalanan ke Makkah, dan sekaligus inilah haji terakhir yang dilakukan oleh Rasululah Saw. Matahari tepat di tengah siang hari itu. Seakan-akan ia menumpahkan seluruh cahayannya yang memakar ke atas kepala semua orang. Nabi berdiri di depan lebih dari 100.000 orang. Laki-laki dan perempuan yang mengelilinginya.Rasulullah memulai pidatonya, Rasulullah berkata,Tahukah kalian, bulan apa ini ?
Mereka serentak menjawab,Bulan Haram …..
Ayyuhan Nas, camkan baik-baik perkataanku. Sebab, aku tidak tahu, mungkin aku tidak lagi akan bertemu dengan kalian sesudah tahun ini, di tempat ini, untuk selama-lamanya... Ayyuhan Nas, sesungguhnya darah dan hartamu adalah haram bagimu hingga kalian menemui Tuhanmu sebagaimana diharamkannya hari dan bulanmu ini. Sesudah itu, kamu sekalian akan menemui Tuhanmu dan ditanya tentang amal-amalmu. Sungguh, aku telah sampaikan hal ini. Maka, barangsiapa yang masih mempunyai amanat, hendaknya segera disampaikan kepada orang yang berhak menerimanya.
Akar-akar syirik telah dihapuskan dari Mekah, dan Mekah menjadi sebuah kota suci bagi kaum muslim, tempat berkumpulnya muslimin dari seluruh penjuru dunia, dengan menggunakan pakaian yang sama, menuju Tuhannya, tidak ada perbedaan, baik kaya, miskin, raja, rakyat, semuanya sama dihadapan Tuhan, yang membedakannya adalah takwa.
Alhamdulillah, berkat rahmat Allah Swt kita masih dapat merasakan betapa indah nya menghiurup udara ini yang merupakan salah-satu kenikmatan yang di berikan Allah Swt kepada kita. Dan Alhamdulillah juga berkat rahmat Allah Swt. Dan berbagai elemen yang membantu sehingga Penulis juga dapat menyelesaikan paper ini tentang RIWAYAT PERJALANAN KEHIDUPAN NABI MUHAMMAD SAW.
RIWAYAT HIDUP NABI MUHAMMAD SAW
Nabi Muhammad Saw. lahir pada tanggal 12 rabiul awal bertepatan dengan terjadinya perang tentara bergajah untuk menghancurkan ka’bah yang di pimpin oleh Abraham. Ibu nabi Muhammad Saw bernama Aminah dan ayah nya bernama Abdullah. Nabi Muhammad di lahirkan sebagai seorang yatim.
Banyak kejadian-kejadian luar biasa terjadi pada saat nabi Muhammad lahir. Seperti peristiwa padamnya api abadi di kerjaan rusia, dan penyerangan ka’abah oleh tentara begajah hancur oleh datangnya burung-burung yang di kirim oleh oemiik ka’abah, oelh karena pada tahun itu di sebut tahun gajah.
Ayahanda nabi Muhammad Saw wafat pada nabi Muhammad masih dalam kandungan, kemudian setelah beberapa tahun nabi Muhammad lahir, menyusul ibunda nabi Muhammad Siti Aminah wafat . nabi Muhammad dibawa pulang oleh Ummu Aiman dan diasuh oleh kakeknya Abuthalib. Belum genap usia nabi Muhammad berusia delapan tahun kakek nabi Muhammad pun wafat. Setelah kakek nabi Muhammad wafat kemudian beliau dirawat oleh pamannya Abdul Muthalib dahn istrinya. Bersama putra Abdul Muthalib nabi Muhammad mulai mengembala beberapa waktu. Pada saat mengembala, malaikat Jibril menghampiri beliau sehingga beliau terkejut melihat makhluk yang sebelumnya tak pernah beliau lihat, dan pada saat itu malaikat Jibril di perintahkan oleh Allah Swt untuk membelah dada beliau dan dibuang segala sifat yang tidak baik dalam diri beliau.
Nabi Muhammad dikenal dengan kebaikan akhidahnya oleh masyarakat sebagai seorang yang jujur (Al-Amin), sehingga ia menjadi salah satu kalifah dagang Khadijah. Dalam perjalanan pulang dari berdagang beliau melewati negeri Ad dan Tsamud. Kehinangan kematian yang menimpa kaum pembangkang itu mengundang perhatian beliau.
Suatu saat nabi Muhammad duduk di bawah pohon untuk beristirahat, Maisarah kebetulan sedang berada didekatnya. Seorang pendeta yang melihatnya mendekati Maisarah, ia datang seraya menanyakan namanya, kemudian ia berkata bahwasanya orang yang duduk di bawah pohon itu adalah seorang nabi yang telah ia baca tentangnya banyak kabar gembira di dalam Taurat dan Injil.
Pada saat nabi Muhammad dewasa, beliau kemudian melamar khadijah dan menikah pada usia 25 tahun sedangkan kadijah berusia 40 tahun. Nabi Muhammad Saw sangat menyayangi istrinya begitupun khadijah yang begitu memuliakan sang suami, dari perkawinan dengan Khadijah, Khadijah melahirkan 6 orang anak, 2 putra, Qasim dan Abdullah, 4 orang putrinya masing-masing Ruqayyah, Zainab, Ummu Kaltsum, dan Fatimah. Kedua anak laki-laki Rasulullah meninggal sebelum beliau diutus menjadi Rasul.
Ketika usia Rasulullah menginjak 35 tahun, banjir dahsyat mengalir dari gunung ke Ka’abah. , tak satu pun rumah di Makah selamat dari kerusakan. Dinding Ka’abah mengalami kerusakan. Orang Quraisy memutuskan untuk membangun Ka’abah tapi takut membongkarnya. Walid bin Mughirah, orang pertama yang mengambil linggis, meruntuhkan dua pilar tempat suci tersebut. Ia merasa takut dan gugup. Orang Mekah menanti jatuhnya sesuatu, tapi ketika ternyata Walid tidak menjadi sasaran kemarahan berhala, mereka pun yakin bahwa tindakannya telah mendapatkan persetujuan Dewa. Mereka semua lalu ikut bergabung meruntuhkan bangunan itu. Pada saat pembangunan kembali ka’abah, diberitahukan pada semua pihak sebagai berikut, Dalam pembangunan kembali Ka’abah, yang dinafkahkan hanyalah kekayaan yang diperoleh secara halal. Uang yang diperoleh lewat cara-cara haram atau melalui suap dan pemerasan, tak boleh dibelanjakan untuk tujuan ini. Terlihat bahwa ini adalah ajaran para Nabi, dan mereka mengetahui tentang kekayaan yang diperoleh secara tidak halal, tetapi kenapa mereka masih melakukan hal demikian. Nabi Muhammad Saw bersatu dengan orang-orang Quraisy dalam perbaikan Ka’bah. Ia pula yang memberi keputusan di antara mereka tentang peletakan Hajar al-Aswad di tempatnya. Saat itu ia sangat masyhur di antara kaumnya dengan sifat-sifatnya yang terpuji. Kaumnya sangat mencintainya, hingga akhirnya ia memperoleh gelar Al-Amin yang artinya “orang yang dapat dipercaya”.
Diriwayatkan pula bahwa nabi Muhammad Saw percaya sepenuhnya dengan ke-Esaan Tuhan. Ia hidup dengan cara amat sederhana dan membenci sifat-sifat angkuh dan sombong. Ia menyayangi orang-orang miskin, para janda dan anak-anak yatim serta berbagi penderitaan dengan berusaha menolong mereka. Ia juga menghindari semua kejahatan yang biasa di kalangan bangsa Arab pada masa itu seperti berjudi, meminum minuman keras, berkelakuan kasar dan lain-lain, sehingga ia dikenal sebagai As-Saadiq yang memiliki arti “yang benar”.
Pada saat usia Rasulullah usianya 40 tahun, ia sering menyendiri ke Gua Hira’ sebuah gua bukit sekitar 6 km sebelah timur kota Mekkah, yang kemudian dikenali sebagai Jabal An Nur. Ia bisa berhari-hari bertafakur dan beribadah disana dan sikapnya itu dianggap sangat bertentangan dengan kebudayaan Arab pada zaman tersebut dan di sinilah ia sering berpikir dengan mendalam, memohon kepada Allah supaya memusnahkan kekafiran dan kebodohan.
Pada suatu malam sekitar tanggal 17 Ramadhan/ 6 Agustus 611, ketika nabi Muhammad Saw sedang bertafakur di Gua Hira’, Malaikat Jibril mendatanginya. Jibril membangkitkannya dan menyampaikan wahyu Allah di telinganya. Ia diminta membaca. Ia menjawab, “Saya tidak bisa membaca”. Jibril mengulangi tiga kali meminta agar Muhammad membaca, tetapi jawabannya tetap sama. Akhirnya, Jibril berkata:
Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu yang menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dengan nama Tuhanmu yang Maha Pemurah, yang mengajar manusia dengan perantaraan (menulis, membaca). Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.(Al-Alaq 96: 1-5) Ini merupakan wahyu pertama yang diterima oleh nabi Muhammad Saw. Ketika itu ia berusia 40 tahun 6 bulan 8 hari menurut perhitungan tahun kamariah (penanggalan berdasarkan bulan), atau 39 tahun 3 bulan 8 hari menurut perhitungan tahun syamsiah (penanggalan berdasarkan matahari). Setelah pengalaman luar biasa di Gua Hira tersebut, dengan rasa ketakutan dan cemas Rasulullah pulang ke rumah dan berseru pada Khadijah untuk menyelimutinya, karena ia merasakan suhu tubuhnya panas dan dingin secara bergantian. Setelah hal itu lewat, ia menceritakan pengalamannya kepada sang istri. Untuk lebih menenangkan hati suaminya, Khadijah mengajak Rasulullah mendatangi saudara sepupunya, yaitu Waraqah bin Naufal, yang banyak mengetahui nubuat tentang nabi terakhir dari kitab-kitab suci Kristen dan Yahudi. Mendengar cerita yang dialami nabi Muhammad Saw, Waraqah pun berkata, bahwa ia telah dipilih oleh Tuhan menjadi seorang nabi. Kemudian Waraqah menyebutkan bahwa An-Nâmûs al-Akbar (Malaikat Jibril) telah datang kepadanya, kaumnya akan mengatakan bahwa ia seorang penipu, mereka akan memusuhi dan melawannya. Wahyu turun kepadanya secara berangsur-angsur dalam jangka waktu 23 tahun. Wahyu tersebut telah diturunkan menurut urutan yang diberikan nabi Muhammad Saw, dan dikumpulkan dalam kitab bernama Al Mushaf yang juga dinamakan Al- Qur’an (bacaan).
Selama tiga tahun pertama, Rasulullah hanya menyebarkan agama terbatas kepada teman-teman dekat dan kerabatnya. Kebanyakan dari mereka yang percaya dan meyakini ajaran Muhammad adalah para anggota keluarganya serta golongan masyarakat awam, antara lain Khadijah, Ali, Zaid bin Haritsah dan Bilal. Namun pada awal tahun 613, Muhammad mengumumkan secara terbuka agama Islam. Banyak tokoh-tokoh bangsa Arab seperti Abu Bakar, Utsman bin Affan, Zubair bin Al Awwam, Abdul Rahman bin Auf, Ubaidah bin Harits, Amr bin Nufail masuk Islam dan bergabung membela nabi Muhammad Saw.
Tahun kesepuluh sesudah Kenabian. Pada tahun yang sama, paman Rosul (Abu Tholib) meninggal dunia, yang sekaligus sebagai pelindung dakwa nabi Muhammad Saw. Sungguh Nabi mengalami kesedihan yang amat berat. Beliau kehilangan Khodijah, dan juga pamannya yang menjadi pelindung, dan pembelanya. Itu sebabnya, maka tahun ini dinamakan Am Al-Huzn (Tahun Duka cita). Bukan hanya Rasulullah yang terpukul hatinya, Fatimah, yang belum kenyang mengenyam kasih sayang seorang ibu dan kelembutan belaiannya, ikut pula menanggungnya. Kedukaan menyelimuti dan menindihnya di tahun penuh kesedihan itu.Fatimah kehilangan ibundanya, berpisah dari orang yang menjadi sumber cintanya dan kasih sayangnya. Acap kali dia bertanya kepada ayahandanya, ‘’Ayah, kemana Ibu?’’ Kalau sudah begini, tangisnya pecah, air matanya meleleh, dan kesedihan menerpa hatinya. Rosul merasakan betapa berat kesedihan yang ditanggung putrinya. Setelah wafatnya Abu Tholib kaum Kafir Quraisy semakin berani menganggu nabi Muhammad Saw, akhirnya Rasulullah berhijrah ke Yastrib, peristiwa hijrahnya Rasulullah ke Yastrib, merupakan momen awal dari lahirnya negara Islam. Penduduk Yastrib bersedia memikul tanggung jawab bagi keselamatan Nabi Muhammad Saw. Di bulan Robi’ul Awwal tahun ini, saat hijrahnya Rasulullah terjadi, tak ada seorang muslim pun yang tertinggal di Mekah kecuali Rasulullah Ali dan Abu Bakar, dan segelintir orang yang ditahan Quraisy atau karena sakit, dan lanjut usia.
Kaum Quraisy yang berada di Mekah akhirnya membuat kesepakatan untuk membunuh Muhammad di malam hari, dan masing-masing suku mempunyai wakil. kemudian Jibril datang memberitahu Rasulullah tentang rencana kejam kaum kafir itu. Ali bersedia berbaring melewati cobaan yang mengerikan demi keselamatan Islam menggantikan Rasulullah, sejak sore. Ia bukan orang tua yang lanjut usia, tapi seorang anak muda yang begitu berani mengorbankan nyawanya untuk sang Rasulullah, ia, yang bersama Khodijah adalah orang yang pertama-tama beriman kepada Rasulullah, dialah orang yang rela berkorban untuk Rasulullah, Ali, sekali lagi Ali. Kepadanya Rasulullah berkata,’’Tidurlah di ranjang saya malam ini dan tutupi tubuh Anda dengan selimut hijau yang biasa saya gunakan, karena musuh telah bersekongkol membunuh saya, Saya harus berhijrah ke Yastrib”. Ali menempati ranjang Rasulullah sejak sore. Ketika tiga perempat malam lewat, empat puluh orang mengepung rumah Rasulullah dan mengintipnya melalui celah. Mereka melihat keadaan rumah seperti biasanya, dan menyangka bahwa orang yang sedang tidur di kamar itu adalah Rasulullah. Dengan pedang terhunus mereka memasuki kamar Nabi, yang menimbulkan suara gaduh. Serentak Ali mengangkat kepalanya dari bantal dan menyingkirkan selimutnya lalu berkata dengan sangat tenang,Apa yang terjadi ? Mereka menjawab,Kami mencari Muhammad. Di mana dia? Ali berkata,Apakah anda menitipkannya kepada saya sehingga saya harus menyerahkannya kembali kepada Anda? Bagaimanapun, sekarang ia tak ada di rumah. Rasululah telah pergi jauh di luar pengetahuan mereka.
Rasulullah tiba di Quba tanggal 12 Rabiu’l Awwal, dan tinggal di rumah Ummu Kultsum ibn al-Hadam. Penduduk Yastrib yang kemudian berganti menjadi nama Madinah. Mereka menyambut kedatangan nabi Muhammad Saw dengan mengucapkan berbagai macam syair untuk menyambut manusia mulia ini. Disinilah manifestasi sebuah negara Islam pertama kali didirikan. Nabi Muhammad Saw menyusun kekuatannya di Madinah bersama keluarga dan sahabat setianya yang rela meninggalkan tanah air dan hartanya untuk Tuhannya, islam yang muda ini menyusun kekuatan untuk menghadapi kekuatan kaum Quraisy yang setiap saat siap untuk menghancurkan Islam yang dibangun ini, perang demi perang mulai dari Badar, Uhud, Khandaq, yang disetiap perang tampillah Al-Washi Muhammad Saw yang selalu menjadi pemberi moral kepada pasukan untuk menghancurkan kafir Quraisy dengan Iman yang membara.
Banyak juga peristiwa yang menggembirakan, misalnya peristiwa pernikahan al-Washi dan Fatimah, putri Rasulullah, perubahan kiblat dari Bait al-Maqdis ke Ka’abah di Makah. Selain serangan dari luar Kota Madinah, kaum Yahudi yang berada di dalam kota selalu mencoba melakukan rongrongan terhadap pemerintahan Islam yang masih muda ini, namun Sang Maha Konsep telah menentukan Drama yang berbeda, walaupun mereka mencoba memadamkan nur cahaya-Nya, namun Ia terus menerangi Nur Cahaya-Nya, walaupun orang-orang kafir itu benci.
Kini, di Shafa, laki-laki yang telah membuat sejarah itu telah kembali, berdiri di depan kehidupannya yang sarat dengan berbagai peristiwa dan yang ditangannya tergenggam masa depan yang gemilang. Selama dua puluh tahun penggembalaannya tak pernah henti, ia tak pernah merasakan letih, kesabarannya begitu tinggi, tak pernah menyerah.
Tahun kesebelas hijriah Rasulullah menunaikan Haji Wada’ lebih dari 10.000 orang termasuk semua istri Rasulullah berkumpul di Madinah dan sekitarnya, menyertai Rasulullah melakukan perjalanan ke Makkah, dan sekaligus inilah haji terakhir yang dilakukan oleh Rasululah Saw. Matahari tepat di tengah siang hari itu. Seakan-akan ia menumpahkan seluruh cahayannya yang memakar ke atas kepala semua orang. Nabi berdiri di depan lebih dari 100.000 orang. Laki-laki dan perempuan yang mengelilinginya.Rasulullah memulai pidatonya, Rasulullah berkata,Tahukah kalian, bulan apa ini ?
Mereka serentak menjawab,Bulan Haram …..
Ayyuhan Nas, camkan baik-baik perkataanku. Sebab, aku tidak tahu, mungkin aku tidak lagi akan bertemu dengan kalian sesudah tahun ini, di tempat ini, untuk selama-lamanya... Ayyuhan Nas, sesungguhnya darah dan hartamu adalah haram bagimu hingga kalian menemui Tuhanmu sebagaimana diharamkannya hari dan bulanmu ini. Sesudah itu, kamu sekalian akan menemui Tuhanmu dan ditanya tentang amal-amalmu. Sungguh, aku telah sampaikan hal ini. Maka, barangsiapa yang masih mempunyai amanat, hendaknya segera disampaikan kepada orang yang berhak menerimanya.
Akar-akar syirik telah dihapuskan dari Mekah, dan Mekah menjadi sebuah kota suci bagi kaum muslim, tempat berkumpulnya muslimin dari seluruh penjuru dunia, dengan menggunakan pakaian yang sama, menuju Tuhannya, tidak ada perbedaan, baik kaya, miskin, raja, rakyat, semuanya sama dihadapan Tuhan, yang membedakannya adalah takwa.
